Minggu, 01 September 2013

Our BIG Different

Gue dan ketua ternyata punya perbedaan yang sangat menonjol disisi ini.
Satu sisi yang amat jarang kita temui di diri kita masing-masing ketika bertemu. Hal yang jarang bahkan hampir ngga pernah kami masing-masing alami bersama atau berhadapan.

It's about how we mad.
After some story and some problem that hitting my best friend lately, I saw how mad she is when something bad happen to her family. Something that should not happen and it happen because some stupidty of someone else. She angry and show it with words.. Ether else memang dia lagi ngga di tempat kejadian dan hanya bisa membantu (sekaligus marah) lewat telefon.

But somehow dia cerita tentang beberapa kejadian yang dia alami dan I realize how she mad is with the words.. Marah yang diungkapkan dengan kata-kata yang tegas, pedas dan agak nyakitin orang yang berhadapan langsung dengan dia ketika emosinya sedang tinggi. So please jangan macam2. One thing, don't yelling to her without any reasonable reason or in bad situation. Don't make a mess or you'll be the mess.

Tipe orang yang tegas, berani dan agak mudah panas belakangan.. Mungkin karena tekanan kerjaan dan banyak hal yang agak bikin mumet jadi actually it's not really good for her.. Hope nothing bad will happen.. Mouth can be sweet, but sometimes it can be so sour.. cari mangga mateng jangan mangga muda.. tuh kan asem...
hmm bukan itu maksudnya..

One thing I learn last week from Pastor Jose Carol is to control our self.
Here's some important thing that I wrote on my diary.

Tentang penguasaan diri
-Kedewasaan seseorang ditentukan dari sejauh mana orang tersebut dapat mengontrol dirinya.

Belajar mengontrol diri:
Kuasai mulutmu.

"If you want to stay out from the trouble, be careful with what you say."
Hendaklah cepat mendengar tapi lambat dalam berkata-kata (Yakobus 1:19)

Menurut g dalam masalah temen baik g ini, bukannya membela atau menyatakan dia benar, tapi pada kondisinya saat itu memang ada hal yang harus dia tegaskan dan ngga salah untuk say how she feel, but I love her, please take care of your self.. Take care of your mouth, I just won't something bad happen because of it. May be not today.. but some day it may cause something bad happen.. I won't she or anyone even me regret it.

Me too, terkadang g juga suka marah dan saking keselnya ngga bisa mengontrol mulut dan mengatakan hal-hal yang ngga enak.. But for me it's better than what I usually do in the past..

I'm not a type who angry with words.. I will come and hit someone or anything that made me mad. Nothing to say just a little punch, or so many punch. Hehe my bad, but it's okay it just me. I accept the way I am, until my mom said she will not let me practice Krav Maga or kapap anymore if I can't control my body and my self.

So here I learn to not using my ability as something can break me down. But don't make me mad and mess on me or I will break your bone.. hahaha just kidding, really.. ;D
This time I want to remembered myself and my best friend and you, my friend and everyone who read it(thank you). Please take cake.. Control your tounge, control your body, CONTROL YOUR SELF. It's mean a lot.

And if you want to know more about KAPAP or Krav Maga in Jakarta, you can visit KMI (KOMANDO INDONESIA) or you can ask me[email: vividayanavalencia@yahoo.com] , I will tell you what I knew and my instructor will tell you more :) come and join the class. I practice at KAPAP BINAKARINDO (Jl. Pangeran Jayakarta)
Sekalian promosi hahaha.

Keep Calm 
and 
God bless you!!




Kamis, 18 Juli 2013

A story of SMILE

Kisah ini saya dapatkan dari email yang berasal dari teman-teman Chikung Khilin Bogor.
Thanks for sharing. And I want to sharing it to you guys. Hope it's mean something for you. 
This story remind me about giving without any selfish reason. Just listen what God say to your heart. Do it, and you will feel something that you never feel before. Make other peoples happy with your smile and what you can give to them. Even just a little things. Its means a lot.
Do something good yesterday, today dan tomorrow. EVERY DAY share your SMILE ;)



Kisah di bawah ini adalah kisah yang saya dapat dari milis alumni Jerman, atau warga Indonesia yang bermukim atau pernah bermukim di sana. Demikian layak untuk dibaca beberapa menit, dan direnungkan seumur hidup.

Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya. Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama "Smiling." Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan didepan kelas. Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir, tugas ini sangatlah mudah.

Setelah menerima tugas tersebut, saya bergegas menemui suami saya dan anak bungsu saya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk pergi kerestoran McDonald's yang berada di sekitar kampus. Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering. Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian, saya menyela dan meminta agar dia saja yang menemani si Bungsu sambil mencari tempat duduk yang masih kosong.
Ketika saya sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani, mendadak setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang yang semula antri dibelakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian.
Suatu perasaan panik menguasai diri saya, ketika berbalik dan melihat mengapa mereka semua pada menyingkir? Saat berbalik itulah saya membaui suatu "bau badan kotor" yang cukup menyengat, ternyata tepat di belakang saya berdiri dua orang lelaki tunawisma yang sangat dekil! Saya bingung, dan tidak mampu bergerak sama sekali.
Ketika saya menunduk, tanpa sengaja mata saya menatap laki-laki yang lebih pendek, yang berdiri lebih dekat dengan saya, dan ia sedang "tersenyum" kearah saya. Lelaki ini bermata biru, sorot matanya tajam, tapi juga memancarkan kasih sayang. Ia menatap kearah saya, seolah ia meminta agar saya dapat menerima 'kehadirannya' ditempat itu.
Ia menyapa "Good day!" sambil tetap tersenyum dan sembari menghitung beberapa koin yang disiapkan untuk membayar makanan yang akan dipesan.
Secara spontan saya membalas senyumnya, dan seketika teringat oleh saya 'tugas' yang diberikan oleh dosen saya. Lelaki kedua sedang memainkan tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang temannya. Saya segera menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental, dan lelaki dengan mata biru itu adalah "penolong"nya. Saya merasa sangat prihatin setelah mengetahui bahwa ternyata dalam antrian itu kini hanya tinggal saya bersama mereka, dan kami bertiga tiba2 saja sudah sampai didepan counter.
Ketika wanita muda di counter menanyakan kepada saya apa yang ingin saya pesan, saya persilahkan kedua lelaki ini untuk memesan duluan.
Lelaki bermata biru segera memesan "Kopi saja, satu cangkir Nona."
Ternyata dari koin yang terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh mereka (sudah menjadi aturan direstoran disini, jika ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli sesuatu). Dan tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan badan.
Tiba2 saja saya diserang oleh rasa iba yang membuat saya sempat terpaku beberapa saat, sambil mata saya mengikuti langkah mereka mencari tempat duduk yang jauh terpisah dari tamu2 lainnya, yang hampir semuanya sedang mengamati mereka.. Pada saat yang bersamaan, saya baru menyadari bahwa saat itu semua mata di restoran itu juga sedang tertuju ke diri saya, dan pasti juga melihat semua 'tindakan' saya.

Saya baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapa saya untuk ketiga kalinya menanyakan apa yang ingin saya pesan. Saya tersenyum dan minta diberikan dua paket makan pagi (diluar pesanan saya) dalam nampan terpisah.
Setelah membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yang ada di counter itu untuk mengantarkan nampan pesanan saya ke meja/tempat duduk suami dan anak saya. Sementara saya membawa nampan lainnya berjalan melingkari sudut kearah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu untuk beristirahat. Saya letakkan nampan berisi makanan itu di atas mejanya, dan meletakkan tangan saya di atas punggung telapak tangan dingin lelaki bemata biru itu, sambil saya berucap "makanan ini telah saya pesan untuk kalian berdua."

Kembali mata biru itu menatap dalam ke arah saya, kini mata itu mulai basah ber-kaca2 dan dia hanya mampu berkata "Terima kasih banyak, nyonya." Saya mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya berkata "Sesungguhnya bukan saya yang melakukan ini untuk kalian, Tuhan juga berada di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu ketelinga saya untuk menyampaikan makanan ini kepada kalian."

Mendengar ucapan saya, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan memeluk lelaki kedua sambil terisak-isak. Saat itu ingin sekali saya merengkuh kedua lelaki itu.
Saya sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan meninggalkan mereka dan bergabung dengan suami dan anak saya, yang tidak jauh dari tempat duduk mereka. Ketika saya duduk suami saya mencoba meredakan tangis saya sambil tersenyum dan berkata "Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan dirimu menjadi istriku, yang pasti, untuk memberikan 'keteduhan' bagi diriku dan anak-anakku! " Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu kami benar-benar bersyukur dan menyadari, bahwa hanya karena 'bisikanNYA' lah kami telah mampu memanfaatkan 'kesempatan' untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain yang sedang sangat membutuhkan.

Ketika kami sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang akan meninggalkan restoran dan disusul oleh beberapa tamu lainnya, mereka satu persatu menghampiri meja kami, untuk sekedar ingin 'berjabat tangan' dengan kami. Salah satu diantaranya, seorang bapak, memegangi tangan saya, dan berucap "Tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang mahal bagi kami semua yang berada disini, jika suatu saat saya diberi kesempatan olehNYA, saya akan lakukan seperti yang telah kamu contohkan tadi kepada kami."
Saya hanya bisa berucap "terimakasih" sambil tersenyum. Sebelum beranjak meninggalkan restoran saya sempatkan untuk melihat kearah kedua lelaki itu, dan seolah ada 'magnit' yang menghubungkan bathin kami, mereka langsung menoleh kearah kami sambil tersenyum, lalu melambaikan tangannya kearah kami. Dalam perjalanan pulang saya merenungkan kembali apa yang telah saya lakukan terhadap kedua orang tunawisma tadi, itu benar-benar 'tindakan' yang tidak pernah terpikir oleh saya.
Pengalaman hari itu menunjukkan kepada saya betapa 'kasih sayang' Tuhan itu sangat HANGAT dan INDAH sekali!
Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah dengan 'cerita' ini ditangan saya. Saya menyerahkan 'paper' saya kepada dosen saya. Dan keesokan harinya, sebelum memulai kuliahnya saya dipanggil dosen saya ke depan kelas, ia melihat kepada saya dan berkata, "Bolehkah saya membagikan ceritamu ini kepada yang lain?" dengan senang hati saya mengiyakan. Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta perhatian dari kelas untuk membacakan paper saya. Ia mulai membaca, para siswapun mendengarkan dengan seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah menjadi sunyi. Dengan cara dan gaya yang dimiliki sang dosen dalam membawakan ceritanya, membuat para siswa yang hadir di ruang kuliah itu seolah ikut melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu berlangsung, sehingga para siswi yang duduk di deretan belakang didekat saya diantaranya datang memeluk saya untuk mengungkapkan perasaan harunya.
Diakhir pembacaan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup ceritanya dengan mengutip salah satu kalimat yang saya tulis diakhir paper saya.
"Tersenyumlah dengan 'HATImu', dan kau akan mengetahui betapa 'dahsyat' dampak yang ditimbulkan oleh senyummu itu."
Dengan caraNYA sendiri, Tuhan telah 'menggunakan' diri saya untuk menyentuh orang-orang yang ada di McDonald's, suamiku, anakku, guruku, dan setiap siswa yang menghadiri kuliah di malam terakhir saya sebagai mahasiswi. Saya lulus dengan 1 pelajaran terbesar yang tidak pernah saya dapatkan di bangku kuliah manapun, yaitu: "PENERIMAAN TANPA SYARAT."
Banyak cerita tentang kasih sayang yang ditulis untuk bisa diresapi oleh para pembacanya, namun bagi siapa saja yang sempat membaca dan memaknai cerita ini diharapkan dapat mengambil pelajaran bagaimana cara MENCINTAI SESAMA, DENGAN MEMANFAATKAN SEDIKIT HARTA-BENDA YANG KITA MILIKI, dan bukannya MENCINTAI HARTA-BENDA YANG BUKAN MILIK KITA, DENGAN MEMANFAATKAN SESAMA!



shared by: chikungkylinbogor@gmail.com

Underestimate someone


















I know.
We know, maybe you're clever than us, but
being so modest..
Not a good thing..
What you said may make us down
but it's just for a while.
What you did..
May hurt us..
But we try not to care so much..

Move away what make us down
Trust our self
Trust God made you as the best creature
No one's words should make you down
you're strong
and what doesn't kill you make you stronger.
Yes it is.
We strong together
No one can't stop us!
If its not here, may be somewhere else.
but we won't stop.

We can be bigger than you.
Don't you ever underestimate us.
Se may be young,
we still struggle on many things.
But even you are older, 
didn't mean you can do anything right.

Guys, be stronger than ever.
No they can't get us down..
And someday we will be higher than them!

God bless us <3>

Senin, 15 Juli 2013

Here's I have my own live.


When the first time you feel you are alone in this world.
No one's care about you
Alone.
Suffering
No one to hold on
No one to rely on

When you are alone on the dark side
you can't see anything
you can't hear anything
Until there's one thing you realize
You still breathing
you know you still alive
but you feel like you don't
you feel that you're died
The worse YOU FEEL LIKE YOU'RE DESERVE TO DIE
what the hell wrong in this world?
what the hell wrong with you until you feel like that?
something wrong with yourself?
or around you said you was wrong?
or you judge your self that you the worse, all you have did, and you do all wrong.

That what happening with many peoples in this age
what I hear on radio
what I see on TV
what I read from social media
from the website
and
WHAT I FEEL

Many of it talks about someone who want to kill themselves
Young age, middle age, even the oldest one..
seem like they can't afford it…
"I can't survive anymore"
"I was yelling but no one can hear me"
“No power to survive”
“No one left to talk”

dan paling parahnya ketika di saat seperti ini ngga ada yang bisa mengerti..
ngga perlu dimengerti deh..
selama masih ada seseorang yang bersedia menemani dan mendengar isi hati kita disaat-saat kita ngerasa ngga berdaya..
ngga ingin sendiri..
sedikit hiburan atau pun obrolan yang bisa membuat kita melupakan masalah kita untuk sejenak, itu sangat-sangat menolong dan kamu ngga akan tau betapa berartinya kehadiranmu saat itu.

one story from my friend..
a day when she come to play on her cousin house..
moon seems so bright but the sky too dark
it's time to go home she think..
but her cousin ask her to stay..
that time she decided she want to go home.
and she left her cousin..
and that night just a couple hours after she left
she got a call
her cousin on the hospital,
and it's because her hand cuter..
she tried to kill herself
Thank's God her cousin is okay now..
but one thing she regret until now..
if that night she not left her cousin..
it will never be happened,
there's no scar on her skin
REGRET, that what leave..
hanya penyesalan yang tertinggal..



*I feel what she felt that time she's yelling inside
"DON"T LEAVE ME ALONE. I NEED SOMEONE BESIDE ME NOW, THAT'S  

Be aware with you friend around you who need you.
They need you.
I need you.


Thank you for being here for me.

Sabtu, 25 Mei 2013

What's going on?

I think it’s been weeks I haven’t talk with her. Just me said something but she never reply.  Don’t really know what going on inside her mind..

Okay, stomach ache, toilet for a while… Sekalian mandi deng.. Ya take a bath at 1:00 AM and I will go to work at 4:30 AM. Temen2 bilang sih gila aja kerja jam segitu.. Mau gimana lagi that’s my job.. Gitulah kerjaan gue.. Malah terkadang jam 1 sudah harus bangun dan berangkat jam 2:00 pagi..
Back to topic.. talk about my sister. Since the night she left home and go with his boyfriend when my mom on the hard time.

Don’t know what in her mind. I won’t allow her to stay at home is she won’t say sorry and explain why she did that. But her answer “I just want to go. He wait for me”. And there’s no sorry. I’m so angry with her. But on the next day I forget it.. I’m just like that. I leave the angry things but I not forget what she did and keep wanting a sorry words come from her mouth and her heart.
Will going to sleep.. Write here again soo..


Good night..

Kamis, 01 November 2012

Long Journey



Hello reader, browser and blogger. Long time not touch this blog and hualaaa I bring this photos back from some of my little journey.
I taken this photos at Lengkuas Island, Province Bangka Belitung, Indonesia.
From the white lighthouse.
To reach here I got to walk about 370 stair..
This time I work as assisten photographer and I must bring lot of stuff on my bag and must help my client to hold the bride gown all the stair..
We got to step fast because we must chasing the sunset too that time.. 
Step, step, step, step..lot of steps, step, step and finally we arrived to the top of the lighthouse..
Super tired but what a beautiful view we can saw.
I’m so glad can be there. Thanks God for the chance You gave to me.

This is one of my photos that I had edited using the www.pixlr.com because I have problem with my adobe on my mac because I don't know how to get the release number so I can use it all the time..
If anyone can help me, please..
And I want to say thank you so much for everyone that had visit this blog & read it hope its bring a good things to you ^^

Will post more photos on my tumblr vallinshoot.tumblr.com check it out. And talk to you soon!

Sabtu, 27 Oktober 2012

Live your Life


Just want to remind my self, life is so short
Never know when it's gonna stop
DO what you must do
Do what you can do
Don't regret what happen
Just do what you can do NOW
Forget the past
LIVE
Too short to regret
Too short to forget
YOUR so precious
Not God's mistake to bring you here
Until this time
LIFE is never flat
There's a lot of trouble bother
But God is bigger than all your worries
Put all and give it to Him
You'll be fine


Rabu, 19 September 2012

The time is NOW!


"Nanti deh..."
"Entar lagi yah..."
"Iya, iya 'bentar..."

Sering banget kata-kata itu keluar dari mulut kita, kebiasaan kita untuk menunda melakukan hal-hal yang seharusnya kita kerjakan. Simple thing, contohnya makan/mandi. Sering kali ketika kecil orang tua menegur kita yang sering kali lupa waktu ketika sedang asik dengan kesibukan kita 
    "Vi, mandi udah sore!" 
 "Iya, 'bentar lagi, ma..."

or 

"Vi, makan yuk udah malem!"
"nanti deh..."

Hal ini sering kali gue ucapkan ketika sedang seru internetan, bbman, ngerjain tugas, bahkan ketika sekedar menonton tv. (Except nonton GP, itu ga boleh diganggu) hohoho

Disadari atau tidak sering kali kita menunda-menunda dan menunda. Saat ingin berpergian pun kita sering menunda untuk bersiap-siap hingga akhirnya kita harus terburu-buru dan melupakan hal penting yang harus kita bawa, atau malah kita kehilangan kesempatan (ditinggal) karena terlalu lama.

I want to remain my self untuk menghindari sejauh-jauhnya kata-kata ini.
'nanti' atau 'entar'

Remain myself to prepare for everything. Prepare myself for God.
Tuhan mencari orang yang mau berusaha, bukan yang sekadar mampu. 
Bukan nanti atau entar, tapi SEKARANG. 
SEKARANG saatnya kita terus dan terus belajar, lakukan apa yang kita bisa, PERGUNAKAN WAKTU YANG ADA (EFESUS 5:16). 



Selasa, 18 September 2012

Everything I need is You


Saat teduh hari Senin di Young and Excelent membahas tentang kebiasaan "mampir" alias ketika kita ngga fokus terhadap tujuan awal kita karena banyaknya hal-hal lain yang menarik perhatian. 

Dan disini ada satu pertanyaan yang mengganggu banget:
"Tujuan apa yang belum terlaksana?"

Mmhh mulai cari dan buka lagi diari yg isinya resolusi untuk tahun ini. Ngga terasa ya udah 9 bulan berlalu, cepet banget dan sekarang aja udah tanggal 17 yang berarti pertengahan bulan aja udah lewat.
Waktu belakangan berlalu cepet banget ya. Kaya tadi pagi, baru liat jam sebentar.. 
"Ah baru jam delapan"
Ngga lama liat lagi tau-tau udah jam 10.. Bener-bener cepet banget.. Cuma gue yang ngerasain apa yang laiinya juga yah.. 

Anyway ngomongin resolusi tahun ini, ada satu tujuan yang penting banget yang belum terlaksana dengan baik, hal kecil sebenernya, cuma ke gereja seminggu sekali. Dalam 7 hari cuma diminta satu hari dan itu cuma 2-3 jam aja dan masih belum bisa gue penuhi.. Sulit banget rasanya..

How about you guys, coba deh inget-inget lagi, tujuan apa yang masih belum tercapai sampai sekarang? Coba kita usahakan yuk di waktu-waktu yang ada saat ini, dari yang simple-simple dulu aja :)

Keep praying and thanking to God.
Thanks God we still alive ^^
God bless you all <3 p="p">
Dear God,
How many time have I broken Your heart?
Still You forgive me Lord.. 
Hope You keep lead my way, cause I can't live without You..
Everything I need is You..
I need You. Everyday, every moment, every second that I breathe, I need You. I am not strong on my own.
Thank You for everything Lord.
I love You.


Senin, 27 Agustus 2012

FreeLance day by day

Dari baca blognya Jenny Jusuf tentang freelance jadi keinget tulisan yang g ikut perlombakan di Binus Carrer yang bekerja sama dengan blogdetik.com tentang dream job..
Judul dari tulisan g adalah SUPER FREELANCE.

Yes, impian gue adalah sebagai freelance yang berbahagia, yang artinya g berharap bahwa g dapat bekerja dengan sesuka hati tanpa harus terikat dengan jam perkantoran karna gue sangat tidak tahan dengan kemacetan di Jakarta, tau sendiri deh jaman sekarang muacetnya udah uehek uehek. Bersyukur skalskiiii libur lebaran tahun ini sempat menikmati lengang, sepigilabo, indah dan yah biar msih banyak sampah di jalanan, tapi jalanan Jakarta begitu berbeda, mempesona bagaikan air
mengalir syalalalala...
Kejauhan curcolnya..

Sebenernya dari ketidak adanya tanggapan tentang tulisan freelancer itu dan pendapat orang2 di sekitar dan hati nurani yang selalu mempertanyakan, "lo yakin kerja freelance?"
Gimana dengan bayaran ini itu, yakin sanggup?
Dari pengalaman beberapa bulan ke belakang... Yah.. hasil freelance hanya cukup untuk jajan2 aja.. beli tiket konser SMTown pun pas2an (Kpop Fever)
Dengan perhitungan gue yang kurang matang & pekerjaan yang ga menentu dan pendapatan yang belum seberapa.. Ya... Bisa beli tiket konser sendiri aja udah cukup bangga.. hehehe

Sekarang sih masih kuliah juga, masih tinggal sama orang tua, masih ada peliharaan yang harus di urus.. Denga pengalaman yang belum seberapa + tekad & niat  + bakat freelance yang terlihat dari sifat g yang emang dari dasarnya lagi santai santai banget, lagi repot kuat untuk ngga tidur berhari-hari.. Disaat lagi rapi ya rapi banget, kalo lagi pengen melancai ria ya lancai banget.. Serasa Sara Bareilles.. Aww *lirik Ely & Epy* (they are Sara Bareilles fans) Gue ngerasa cocok dan inilah kerjaan pilihan g untuk menafkahi hidup gue, tapi masih punya cita-cita untuk punya toko & restoran
sendiri eaaa #banyak maunya

Impian bukanlah impian bila tak di wujudkan.
Lakukan, belajar.
Change day by day, step by step.
He can, She can, I know I can.
But the most important is you know you change.
Change to be the better person day by day.

Makasih Jenny jusuf, you are my inspiration..
Anyway.. belum sempet2 minjem novelnya huaa pengen baca.
I'm your big fans, you know, big feet fans. haha fans berkaki besar.. #curcol