Tampilkan postingan dengan label About write. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label About write. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Juni 2015

Acara Nulis Buku 30 May 2015

Seneng itu ketika buka facebook dan lihat ada acara belajar nulis skrip bareng Jenny Jusuf. I adore Jenny Jusuf for a long time. The more I know her, the more I adore her. She is so clever. Okay, here what I got from the sharing with Nivell Rayda dan Jenny Jusuf.

"NEED ACTION"
Dua kata pertama yang nendang. All you need is action. Yes kelemahan gue adalah kebanyakan mikir dan kurang  aksi. And here they remind me "to start something small and make it big".
Nulis bukan sesuatu yang dimana dalam sehari kita bertapa di Ubud trus tiba-tiba jadilah sebuah buku. Nope, ngga gitu. Nulis itu kaya gym, kita harus latih terus menerus untuk dapat lihat hasilnya.

Dan diingetin untuk jangan takut salah, nanti dari yang ngga sempurna bisa diperbaiki dan belajar dari situ. Butuh kesalahan untuk diperbaiki. Kalo udah merasa sempurna, mari pindah ke kelas lain untuk belajar hal yang lain. Selama hidup akan pernah ada kata berhenti dan cukup untuk belajar dan tahu lebih untuk jadi versi kita yang lebih baik dari diri kita sendiri.

"Mental blog?" ngga salah koq, nulis random aja tiap hari. Karena mungkin banget dari random notes itu kita bisa dapet ide dari situ.
So, udah nulis aja ga usah malu...
Kalo malu tulis di buku dulu aja, jangan langsung pos di sosial media.

Tips nulis: TULIS AJA DULU & TERUS BEREVOLUSI.

Modal sukses seorang Jenny Jusuf adalah NEKAD & BANYAK MAU.
Beliau ini belajar nulis secara otodidak(belajar sendiri) karena menurut dia cara belajarseperti ini punya keuntungan tersendiri. Baca buku, tanya senior-senior, etc. Learning by doing. Sambil belajar sambil ngerjain sesuatu. Hasilnya biar orang yang nilai dan nikmati, kalo ngga nikmat tambahin gula & krimer biar pas ;D

Penulis itu butuh ruang yang cukup untuk berkreasi. Pernah ngerasain dikerjar deadline dan cuma bisa ngerjain sesuatu semampu otak saat itu? Well, mostly kita ngga akan puas dengan hasil kerjaan kerjar mepet.

"SACRIFICE TO GET THE RESULT"

Dari apa yang udah kita kerjakan harus ada HASIL dari situ. PROSESnya harus dinikmati dan ada tahap pemBELAJARan dari situ.

Tulislah apa yang ingin kita baca, kita dengar dan kita sampaikan ke orang lain. Resepnya adalah "don't be afraid to kill your 'darling'"
Jangan takut untuk nulis, PUT YOURSELF INTO WRITING, kecuali untuk dijual.

Berkarya aja, hasilnya nanti gimana dan yang gimana deh... Coba deh nulis untuk diri sendiri, dan yang penting nulis dulu aja..

:)

Thanks to the team NULISBUKU founding team mba Ollie (Aulia Halimatussadiah), Angeline Anthony, Brilliant Yotenega & Oka Pratama. Here's the pictures from that day. 

Ps: Memory card recovery didn't work so well, banyak juga data yang ngga selamat, cuma ini foto-foto yang bisa di recover, harus bersyukur beberapa foto selamat dan yang penting foto yang rame-rame aman :) 









































Minggu, 24 November 2013

I'm back!!

HAHAHA HEHE HIHIHI WAHAHAHA

LAUGHIING A LOT  EVERY WEEKEND..

YEAH!!!

Lagi banyak ketawa beberapa minggu belakangan ini..
“Wah asik, pasti hangout sama temen2 ya?”
“NOPE, I laugh because I wach malam minggu Miko dan running man!”
lonely girl?
no

Udah jarang sekali hangout dengan teman2, bahkan dengan “teman  baik” sekalipun.. ada yang sibuk dengan masalahnya sendiri dan sudahlah, hidup itu pilihan, terserah anda mau kemana.

And I choose to have fun with my mom, cooking, baked some cake and share it to my cousin & my best friend, glad they like it ^^
Watching tv, enjoy music, dance like no one see it. Chiko see it but I don’t care dan kembali memblog lagi, meskipun dengan internet yang seperapat hidup ini..
Setengah mati membuka halaman demi halaman, meski dengan segenap tenaga menanti dan me-refreshnya berulang kali..

Dengan tangan membeku atau yang terkadang kejang-kejang karena kedinginan..  Dinginnnn dinginnn dingin aaah sachi nodo algo daga gajimota nenmal.. tetep sambil dengar lagu-lagu korea tercinta, dimana kehidupan sehari-hari pun tetap berhubungan dengan lagu-lagu ini.. ngobrol bareng temen tentang korea, denger lagu korea, makan makanan korea, nonton film korea, sampe satu saat bersama kami mengucap “dari kemaren kita nonton korea mulu ngga bosen ya?” “ IYAH” *nyengir bersama*

Then don’t forget, I learn, EVERYDAY. Want make big number  on my raport. Planning some project and making it real. 23 years old.. Ngga aneh kalau nyokap udah mulai gundah masalah jodoh.. Sabar ma, jodoh ngga kemana-mana, dia di rumah aja makan, tidur, nonton dan internetan.. Hahaha

Not forget to go out with friends koq hoho, keep do great thing, keep in contact (the most hard thing for me), go to church!

Have fun! Happy weekend!
God bless you

Kamis, 18 Juli 2013

A story of SMILE

Kisah ini saya dapatkan dari email yang berasal dari teman-teman Chikung Khilin Bogor.
Thanks for sharing. And I want to sharing it to you guys. Hope it's mean something for you. 
This story remind me about giving without any selfish reason. Just listen what God say to your heart. Do it, and you will feel something that you never feel before. Make other peoples happy with your smile and what you can give to them. Even just a little things. Its means a lot.
Do something good yesterday, today dan tomorrow. EVERY DAY share your SMILE ;)



Kisah di bawah ini adalah kisah yang saya dapat dari milis alumni Jerman, atau warga Indonesia yang bermukim atau pernah bermukim di sana. Demikian layak untuk dibaca beberapa menit, dan direnungkan seumur hidup.

Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya. Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama "Smiling." Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan didepan kelas. Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir, tugas ini sangatlah mudah.

Setelah menerima tugas tersebut, saya bergegas menemui suami saya dan anak bungsu saya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk pergi kerestoran McDonald's yang berada di sekitar kampus. Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering. Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian, saya menyela dan meminta agar dia saja yang menemani si Bungsu sambil mencari tempat duduk yang masih kosong.
Ketika saya sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani, mendadak setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang yang semula antri dibelakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian.
Suatu perasaan panik menguasai diri saya, ketika berbalik dan melihat mengapa mereka semua pada menyingkir? Saat berbalik itulah saya membaui suatu "bau badan kotor" yang cukup menyengat, ternyata tepat di belakang saya berdiri dua orang lelaki tunawisma yang sangat dekil! Saya bingung, dan tidak mampu bergerak sama sekali.
Ketika saya menunduk, tanpa sengaja mata saya menatap laki-laki yang lebih pendek, yang berdiri lebih dekat dengan saya, dan ia sedang "tersenyum" kearah saya. Lelaki ini bermata biru, sorot matanya tajam, tapi juga memancarkan kasih sayang. Ia menatap kearah saya, seolah ia meminta agar saya dapat menerima 'kehadirannya' ditempat itu.
Ia menyapa "Good day!" sambil tetap tersenyum dan sembari menghitung beberapa koin yang disiapkan untuk membayar makanan yang akan dipesan.
Secara spontan saya membalas senyumnya, dan seketika teringat oleh saya 'tugas' yang diberikan oleh dosen saya. Lelaki kedua sedang memainkan tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang temannya. Saya segera menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental, dan lelaki dengan mata biru itu adalah "penolong"nya. Saya merasa sangat prihatin setelah mengetahui bahwa ternyata dalam antrian itu kini hanya tinggal saya bersama mereka, dan kami bertiga tiba2 saja sudah sampai didepan counter.
Ketika wanita muda di counter menanyakan kepada saya apa yang ingin saya pesan, saya persilahkan kedua lelaki ini untuk memesan duluan.
Lelaki bermata biru segera memesan "Kopi saja, satu cangkir Nona."
Ternyata dari koin yang terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh mereka (sudah menjadi aturan direstoran disini, jika ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli sesuatu). Dan tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan badan.
Tiba2 saja saya diserang oleh rasa iba yang membuat saya sempat terpaku beberapa saat, sambil mata saya mengikuti langkah mereka mencari tempat duduk yang jauh terpisah dari tamu2 lainnya, yang hampir semuanya sedang mengamati mereka.. Pada saat yang bersamaan, saya baru menyadari bahwa saat itu semua mata di restoran itu juga sedang tertuju ke diri saya, dan pasti juga melihat semua 'tindakan' saya.

Saya baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapa saya untuk ketiga kalinya menanyakan apa yang ingin saya pesan. Saya tersenyum dan minta diberikan dua paket makan pagi (diluar pesanan saya) dalam nampan terpisah.
Setelah membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yang ada di counter itu untuk mengantarkan nampan pesanan saya ke meja/tempat duduk suami dan anak saya. Sementara saya membawa nampan lainnya berjalan melingkari sudut kearah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu untuk beristirahat. Saya letakkan nampan berisi makanan itu di atas mejanya, dan meletakkan tangan saya di atas punggung telapak tangan dingin lelaki bemata biru itu, sambil saya berucap "makanan ini telah saya pesan untuk kalian berdua."

Kembali mata biru itu menatap dalam ke arah saya, kini mata itu mulai basah ber-kaca2 dan dia hanya mampu berkata "Terima kasih banyak, nyonya." Saya mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya berkata "Sesungguhnya bukan saya yang melakukan ini untuk kalian, Tuhan juga berada di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu ketelinga saya untuk menyampaikan makanan ini kepada kalian."

Mendengar ucapan saya, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan memeluk lelaki kedua sambil terisak-isak. Saat itu ingin sekali saya merengkuh kedua lelaki itu.
Saya sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan meninggalkan mereka dan bergabung dengan suami dan anak saya, yang tidak jauh dari tempat duduk mereka. Ketika saya duduk suami saya mencoba meredakan tangis saya sambil tersenyum dan berkata "Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan dirimu menjadi istriku, yang pasti, untuk memberikan 'keteduhan' bagi diriku dan anak-anakku! " Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu kami benar-benar bersyukur dan menyadari, bahwa hanya karena 'bisikanNYA' lah kami telah mampu memanfaatkan 'kesempatan' untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain yang sedang sangat membutuhkan.

Ketika kami sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang akan meninggalkan restoran dan disusul oleh beberapa tamu lainnya, mereka satu persatu menghampiri meja kami, untuk sekedar ingin 'berjabat tangan' dengan kami. Salah satu diantaranya, seorang bapak, memegangi tangan saya, dan berucap "Tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang mahal bagi kami semua yang berada disini, jika suatu saat saya diberi kesempatan olehNYA, saya akan lakukan seperti yang telah kamu contohkan tadi kepada kami."
Saya hanya bisa berucap "terimakasih" sambil tersenyum. Sebelum beranjak meninggalkan restoran saya sempatkan untuk melihat kearah kedua lelaki itu, dan seolah ada 'magnit' yang menghubungkan bathin kami, mereka langsung menoleh kearah kami sambil tersenyum, lalu melambaikan tangannya kearah kami. Dalam perjalanan pulang saya merenungkan kembali apa yang telah saya lakukan terhadap kedua orang tunawisma tadi, itu benar-benar 'tindakan' yang tidak pernah terpikir oleh saya.
Pengalaman hari itu menunjukkan kepada saya betapa 'kasih sayang' Tuhan itu sangat HANGAT dan INDAH sekali!
Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah dengan 'cerita' ini ditangan saya. Saya menyerahkan 'paper' saya kepada dosen saya. Dan keesokan harinya, sebelum memulai kuliahnya saya dipanggil dosen saya ke depan kelas, ia melihat kepada saya dan berkata, "Bolehkah saya membagikan ceritamu ini kepada yang lain?" dengan senang hati saya mengiyakan. Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta perhatian dari kelas untuk membacakan paper saya. Ia mulai membaca, para siswapun mendengarkan dengan seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah menjadi sunyi. Dengan cara dan gaya yang dimiliki sang dosen dalam membawakan ceritanya, membuat para siswa yang hadir di ruang kuliah itu seolah ikut melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu berlangsung, sehingga para siswi yang duduk di deretan belakang didekat saya diantaranya datang memeluk saya untuk mengungkapkan perasaan harunya.
Diakhir pembacaan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup ceritanya dengan mengutip salah satu kalimat yang saya tulis diakhir paper saya.
"Tersenyumlah dengan 'HATImu', dan kau akan mengetahui betapa 'dahsyat' dampak yang ditimbulkan oleh senyummu itu."
Dengan caraNYA sendiri, Tuhan telah 'menggunakan' diri saya untuk menyentuh orang-orang yang ada di McDonald's, suamiku, anakku, guruku, dan setiap siswa yang menghadiri kuliah di malam terakhir saya sebagai mahasiswi. Saya lulus dengan 1 pelajaran terbesar yang tidak pernah saya dapatkan di bangku kuliah manapun, yaitu: "PENERIMAAN TANPA SYARAT."
Banyak cerita tentang kasih sayang yang ditulis untuk bisa diresapi oleh para pembacanya, namun bagi siapa saja yang sempat membaca dan memaknai cerita ini diharapkan dapat mengambil pelajaran bagaimana cara MENCINTAI SESAMA, DENGAN MEMANFAATKAN SEDIKIT HARTA-BENDA YANG KITA MILIKI, dan bukannya MENCINTAI HARTA-BENDA YANG BUKAN MILIK KITA, DENGAN MEMANFAATKAN SESAMA!



shared by: chikungkylinbogor@gmail.com

Rabu, 11 Juli 2012

Dare You To Move


I don't know how God works
But He works for my life
My life change since I meet  Him
And everything being so much better than ever

Problem never stop coming
But He never stop helping

I pray
I Ask
He listen
He answer
He give

He give more than what I ask

But everything need time
Time to be better
Everything need sacrifice
sacrifice to get better

The point is
Don't be lazy

God works every single day
Every single time
He never stop

Don't ever ask you will be rich if you not doing anything

There a law of cause and effect

Like the pine tree
Here what it said :
we grow as we grow into higher perpendicular
we are getting bigger because we want to reach the stars
We have learned that the way to increase the height is still growing
we have become stronger because we have been rooted in good soil
us to be patient, understanding takes a long time to become a giant tree
we were able to face life with courage, because it has been used to get exposure to heat, storms, snow and rain

In Indonesian:
kami bertumbuh menjadi tinggi karena kami bertumbuh tegak lurus
kami bertambah besar karena kami mau menggapai bintang
kami telah belajar bahwa cara untuk menambah ketinggian adalah tetap bertumbuh
kami telah menjadi kuat karena kami telah berakar ke dalam tanah yang baik
kami menjadi sabar, karena mengerti dibutuhkan waktu yang lama untuk menjadi sebatang pohon raksasa
kami mampu menghadapi hidup dengan berani, karena telah terbiasa terkena terpaan panas terik, badai, salju dan hujan

We getting better if we keep learn and change
We will get what we done
No works mean we never get anything
So if we being lazy, don't be angry if we not get anything

Be more and more brave
I dare my self to move
To keep do what I can do
I'm a shy girl
And I always think that not much thing  I can do
And I can't do anything good

But here I am in the earth planet
Which keep move around
If I not moving
What happens next?


I dare my self to move
I dare you to move
Let's move and show what we can do
We can do something
Something big
because Salvation is here

Senin, 09 Juli 2012

Plus vs Minus




Terkadang gue bingung
kenapa yah orang-orang lebih suka melihat kekurangan bukan kelebihan?
kalo ada orang yang kekurangan/kurang dari dia malah seneng bukannya bantuin..
apa ini emang sifat dasar manusia? mmphh I don't think so..
Kalo gue, gue lebih suka melihat yang lebih-lebih

Ya, yang lebih-lebih juga ngga selalu menyenangkan
misalnya:
LEBIH BERAT BADAN
keLEBIHan tompel
yes gue punya tompel di jidad agar ke kiri sedikit, same like my ex's tompel mungkin itu juga yang menjadi radar telepathy kita berdua, semacam antena gitu haha just kidding

Dan yang kurang juga ngga selalu buruk sih
misalnya baju kurang bahan, seneng kan ngeliatnya kalo yang pake cwe cantik, tp kalo yang makenya alay lain cerita.

Dan kata siapa kalo kita hanya melihat apa yang kurang dari diri kita, kita akan menjadi orang yang minder? terlalu sensitif? gampang tesinggung dan tidak berkarya?
nope!
Justru karena kelebihan ini lah jadi minder, denger kata gemuk, lemak, sempit dan teman2 nya sensitif abis
Gampang tersinggung kalo ada yang nyebut2 bulet, gemuk dan kawan kawan
Ngga berkarya alias jadi males foto narsis gara2 males keliatan tembem/gendut (LOL narsis abis)
Banyak orang-orang yang berkekurangan yang malah jadi berkat..
Jangan mau kalah marilah kita yang lebih-lebih juga jadi berkat.

Tuhan memanggil kita sebagai garam dan terang. Berarti apapun kondisi kita, hidup kita didesain untuk menjadi berkat.

Efek terburuk dari orang-orang yang berfokus dengan kekurangan mereka adalah mreka tidak perduli keadaan sekitar.

Yup, ini lah yang terjadi ketika gue bersama dengan salah satu teman baik gue. Dia selalu merasa dia yang paling buruk, paling sue, selalu sue, bad luck always around her. Selalu g ingetin kalo emang dia sue, dia ngga sue sendiri. kalo dia punya banyak masalah yg berat, dia ngga sendiri. Semua orang punya masalah

We like to share about our live, but ya di setiap percakapan kata2 yang sering keluar adalah "gue lebih parah lagi" "gue paling sue dah" "gue, gue, gue dan gue"

Jelas banget mereka yang merasa kekurangan ini selalu berfokus pada kekurangan mreka dan sibuk memikirkan kekurangan yang ada dan ngga perduli dengan keadaan sekitar alias temennya yang malah lagi down atau dalam keadaan yang jauh lebih ngga mengeenakkan dan butuh hiburan..

*Bijak untuk kita berhenti menyesali kelebihan dan kekurangan kita dan mulai bangkit untuk jadi berkat untuk orang lain*
Don't give up, Ok?
Just do positive things and our lives would also be more meaningful.

Senin, 11 Juli 2011

I Felt The Same Too

Really nice to read my friend post.
That's what I love about write. However you feeling inside.
Good news or bad news..
Whatever that are just write it, hope write can make you feel better.
Bad things happen, and sometime I feel so good, so sorry and so much better when I meet someone that feel about what I'm feeling too.

And now, when I found my friend on bad situation, I wan to give big hug and say:
"gue juga pernah koq ngerasain hal yang sama.. don't give up, beb"

Yes, don't give up! It might take a lot of your time and ruin out your mind, but keep strong friend.
You have to deal with it. Gue yakin lo bisa.

Talk about pressure (tekanan) atau problem, ada dua kemungkian yang bakal terjadi kalo itu menimpa kita.
Jadi bitter person atau better person.

Bitter person adalah orang yang putus asa, marah-marah, kecewa, dan menyerah
Better person adalah orang yang ngga putus asa, bersyukur dengan apa yang ada, tetap berusaha

Tekanan itu semacam jus jeruk, masalah justru membentuk karakter kita.
Obarat jeruk, kalo ditekan bakal mengeluarkan sari-sarinya dan bakal jadi juice orange yang manis.
Tinggal gimana kita menyingkapi masalah yang ada aja.
Emang ngga selalu manis, kadang ada juga yang asem, tp dengan semakin banyaknya tekanan dan masalah yang ada, kita pasti bisa lebih baik dan lebih baik lagi.
Pinter-pinter pilih pergaulan
Pinter-pinter pilih temen
Pinter-pinter pilih kerjaan
Pinter-pinter pilih lingkungan
Pinter-pinter pilih jeruk
Suatu saat kita pasti bisa bedain, jeruk mana yang asem dan jeruk mana yang manis
dan karena udh banyak pengalaman, kita ngga akan salah pilih lagi deh.. semoga aja..
Amin

Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
1 Korintus 10:13